Kamis, 11 November 2010

5 Air Terjun terindah di Dunia

Air terjun merupakan salah satu daya pikat tempat wisata. Tak heran banyak orang yang bertamasya ke air terjun, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dari ribuan air terjun yang ada di dunia, ada 5 air terjun yang terindah. Mau tahu? Silakan simak di bawah ini.

1.Air terjun Niagara,AS dan Kanada

2.Air Terjun Iguazu ,Brazil


 3.Air terjun Minas Viejas,Mexico


4.Air terjun Svartifoss, Islandia
 

5.Air terjun Giessbach, Swiss

10 Mobil termahal di dunia..

Jutaan mobil dibuat setiap tahun. Nah, dari sekian banyak mobil, ada 10 mobil termahal di dunia. Mau tahu? Silakan simak foto-foto dan harganya di bawah ini.

1 ) Bugatti Veyron – $1,700,000 (sekitar Rp 16 milyar)





2. Lamborghini Reventon – $1,600,000


3. McLaren F1 – $970,000


4. Ferrari Enzo – $670,000


5. Pagani Zonda C12 F – $667,321


6. SSC Ultimate Aero – $654,400


7. Saleen S7 Twin Turbo – $555,000


8. Koenigsegg CCX – $545,568


9. Mercedes Benz SLR McLaren Roadster – $495,000


10. Porsche Carrera GT – $440,000

Rabu, 10 November 2010

Sumpah Pemuda (English Vers.)

Introduction
The Youth Pledge,was a declaration made on 28 October 1928 by young Indonesian nationalists at a conference in the then-Dutch East Indies. They proclaimed three ideals, one motherland, one nation and one language.
therefore it should have all the Indonesian people commemorate the momentum of 28 October as a day of birth of the Indonesian nation, the birth of the Indonesian nation is the fruit of the struggle of people oppressed for hundreds of years under the rule of colonialists at the time, conditions of oppression is what then encouraged the youth at that time to resolve to appoint Harkat and Dignity of People Living Indonesian Original, determination that is the commitment of the Indonesian people struggle to successfully achieve its independence 17 years later ie on 17 August 1945.
The formulation of the Youth Pledge was written Moehammad Yamin on a paper when Mr. Sunario, as a messenger of scouting the middle of a speech at the last session of Congress. Oath was originally read by Soegondo and then explained at length by Yamin.
History
 The idea of organizing the Second Youth Congress comes from the Student Association of Indonesian Students (GN), a youth organization which membered students from all over Indonesia. On the initiative GN, congresses held in three different buildings and divided in three meetings. Resulting in the Youth Pledge.

First Meeting, Building Jongenlingen Katholieke Bond
The first meeting, Saturday, October 27, 1928, in Building Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Field Bull. In his speech, Soegondo hope the conference will strengthen the spirit of unity in the hearts of youth. The event was followed by a description Moehammad Jamin about the meaning and relationship of unity with youth. According to him, there are five factors that can strengthen the unity of Indonesia, namely the history, languages, customary law, education, and willingness.

Second Meeting, Building Oost-Java Bioscoop
The second meeting, Sunday, October 28, 1928, in Oost-Java Bioscoop Building, to discuss education issues. Second speaker, Poernomowoelan and Sarmidi Mangoensarkoro, agreed that children should receive education nationality, must also be a balance between education at school and at home. Children also should be educated in a democratic manner.

Third Meeting, Building Indonesisch Huis Kramat
At the next session, Soenario explain the importance of nationalism and democracy in addition to scouting movement. While Ramelan argues, the scouting movement can not be separated from the national movement. Scouting movement since the early to educate children and self-discipline, the things that are needed in the struggle.

Before the congress closed played the song "Indonesia" by Wage Rudolf Supratman. The song was greeted with a very lively by Congress participants. Congress was closed by announcing the formulation of the congress. By the youth in attendance, the formulation was pronounced as Oath Faithful, reads:


Firstly :
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one motherland, Indonesia.

Secondly:
We the sons and daughters of Indonesia, acknowledge one nation, the nation of Indonesia.

Thirdly:
 We the sons and daughters of Indonesia, respect the language of unity, Indonesian.

 
OPINI :
Bulan Oktober, ini terasa sangat spesial menurut saya, pada tanggal 28, seluruh rakyat Indonesia memperingati hari Sumpah Pemuda. Tentunya kita masih ingat dalam sejarah, 80 tahun lalu, 28 Oktober 1928  terjadi Sumpah Pemuda, peristiwa yang lahir sebagai hasil Kongres Pemuda II, 27-28 Oktober 1928 di Jakarta tersebut adalah manifestasi yang gemilang dari hasrat kuat kalangan muda Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan agama, untuk menggalang persatuan bangsa dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Mereka itu adalah wakil-wakil angkatan muda yang tergabung dalam Jong Java, Jong Islamieten Bond, Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Minahasa Bond, Madura Bond, Pemuda Betawi dan lain-lain.
Atas prakarsa Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) inilah kongres pemuda itu telah melahirkan Sumpahnya. Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita semua masih mengingat arti penting Sumpah Pemuda itu? apakah makna Sumpah Pemuda tersebut benar-benar telah dihayati oleh anak bangsa ini? Jujur harus kita akui, bahwa saat ini jangankan mengerti dan memahami arti pentingnya Sumpah Pemuda, untuk sekedar menghafal isi Sumpah Pemuda itu, masih ada diantara kita yang tidak bisa.

Beraneka-ragam kecenderungan permusuhan atau perpecahan mulai nampak membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa kita, maka mengisi Hari Sumpah Pemuda dengan jiwa aslinya adalah amat penting. Suara-suara negatif sebagai akibat interpretasi yang salah, tentunya akan mengkhianati jiwa Sumpah Pemuda. Seperti halnya pernyataan dan kegiatan-kegiatan sebagian dari golongan tertentu yang dipertontonkan media televisi ataupun surat kabar belakangan ini. Padahal, dengan semangat dan jiwa asli Sumpah Pemuda yang dicetuskan dalam tahun 1928 itu, kita seharusnya berusaha bersama-sama untuk menjadikan Indonesia ini sebagai milik kita bersama.
 



Rabu, 13 Oktober 2010

Topologi Jaringan Komputer

Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

1. Topologi BUS



Topologi bus terlihat pada skema di atas. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:

Keuntungan: Kerugian:

- Hemat kabel - Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- Layout kabel sederhana - Kepadatan lalu lintas
- Mudah dikembangkan - Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi
- Diperlukan repeater untuk jarak jauh

2. Topologi RING






Topologi TokenRING terlihat pada skema di atas. Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap
informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:


Keuntungan: Kerugian:

- Hemat kabel - Peka kesalahan
- Pengembangan jaringan lebih kaku




4. Topologi STAR





Merupakan kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server. Terdapat keuntungan dan kerugian dari tipe ini yaitu:


Keuntungan:

- Paling fleksibel
- Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
- Kontrol terpusat
- Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
- Kemudahaan pengelolaan jaringan


Kerugian:

- Boros kabel
- Perlu penanganan khusus
- Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
Topologi Peer-to-peer Network



Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.
Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipelajari dan dipakai.








5. Topologi Mesh

Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secaralangsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkatdapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).


Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapatdihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkatlainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).



Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akandihubungkan dalam bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harusmemiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat gambar).

Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melaluikomputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasidengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akanmempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara duakomputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.



Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatatyaitu:

Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh makadiperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini membutuhkan biaya yang relatifmahal.
Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dankonfigurasi menjadi lebih sulit.
Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalamruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.



Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengantopologi yang berbeda










6.Topologi Tree

Topologi Tree pada dasarnya merupakan bentuk yang lebih luas dari Topologi Star. Seperti halnya Topologi Star perangkat (node, device) yang ada pada topologi tree juga terhubung kepada sebuah pusat pengendali (central HUB) yang berfungsi mengatur traffic di dalam jaringan.

Meskipun demikian, tidak semua perangkat pada topologi tree terhubung secara langsung ke central HUB. Sebagian perangkat memang terhubung secara langsung ke central HUB, tetapi sebagian lainnya terhubung melalui secondary HUB (lihat gambar).

Pada topologi tree terdapat dua atau lebih HUB yang digunakan untuk menghubungkan setiap perangkat ke dalam jaringan. Keseluruhan HUB tersebut berdasarkan fungsinya terbagi menjadi dua bagian yaitu Active HUB dan Passive HUB.

Active HUB berfungsi tidak hanya sekedar sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya, tetapi juga memiliki fungsi sebagai Repeater. Sinyal data yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer lainnya memiliki keterbatasan dalam hal jarak, setelah berjalan sekian meter maka sinyal tersebut akan melemah. Dengan adanya fungsi Repeater ini maka sinyal data tersebut akan di-generate kembali sebelum kemudian diteruskan ke komputer yang dituju, sehingga jarak tempuh sinyal data pun bisa menjadi lebih jauh dari yang biasanya. Sedangkan Passive HUB hanya berfungsi sebagai penerus sinyal data dari satu komputer ke komputer lainnya.

Pada topologi tree, seperti pada gambar, Central HUB adalah selalu sebagai Active HUB sedangkan Secondary HUB adalah Passive HUB. Tetapi pada pelaksanaannya, Secondary HUB bisa juga sebagai Active HUB apabila digunakan untuk menguatkan kembali sinyal data melalui secondary HUB lainnya yang terhubung.

Karena pada dasarnya topologi ini merupakan bentuk yang lebih luas dari topologi star, maka kelebihan dan kekurangannya pada topologi star juga dimiliki oleh topologi tree. Perbedaannya adalah HUB dan kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya dengan mempertimbangkan segala hal yang terkait, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan. Meskipun demikian, topologi ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.

Bukittinggi

Bukittinggi
Bukittinggi (Indonesian for "high hill") is one of the larger cities in West Sumatra, Indonesia, with a population of over 91,000 people and an area of 25.24 km². It is situated in the Minangkabau highlands, 90 km by road from the West Sumatran capital city of Padang. It is located at 0°18′20″S 100°22′9″E / 0.30556°S 100.36917°E, near the volcanoes Mount Singgalang (inactive) and Mount Marapi (still active). At 930 m above sea level, the city has a cool climate with temperatures between 16.1°-24.9°C.
History


Fort de Kock in 1826
The city has its origins in five villages which served as the basis for a marketplace.
The city was known as Fort de Kock during colonial times in reference to the Dutch outpost established here in 1825 during the Padri War. The fort was founded by Captain Bauer at the top of Jirek hill and later named after the then Lieutenant Governor-General of the Dutch East Indies, Hendrik Merkus de Kock. The first road connecting the region with the west coast was built between 1833 and 1841 via the Anai Gorge, easing troop movements, cutting the costs of transportation and providing an economic stimulus for the agricultural economy. In 1856 a teacher-training college (Kweekschool) was founded in the city, the first in Sumatra, as part of a policy to provide educational opportunities to the indigenous population. A rail line connecting the city with Payakumbuh and Padang was constructed between 1891 and 1894.
During the Japanese occupation of Indonesia in World War II, the city was the headquarters for the Japanese 25th Army, the force which occupied Sumatra. The headquarters was moved to the city in April 1943 from Singapore, and remained until the Japanese surrender in August 1945.
Mosque in central Bukittinggi . During the Indonesian National Revolution, the city was the headquarters for the Emergency Government of the Republic of Indonesia (PDRI) from December 19, 1948 to July 13, 1949. During the second 'Police Action' Dutch forces invaded and occupied the city on December 22, 1948, having earlier bombed it in preparation. The city was surrendered to Republican officials in December 1949 after the Dutch government recognized Indonesian sovereignty.
The city was officially renamed Bukittinggi in 1949, replacing its colonial name. From 1950 until 1957, Bukittinggi was the capital city of a province called Central Sumatra, which encompassed West Sumatra, Riau and Jambi. In February 1958, during a revolt in Sumatra against the Indonesian government, rebels proclaimed the Revolutionary Government of the Republic of Indonesia (PRRI) in Bukittinggi. The Indonesian government had recaptured the town by May the same year.
A group of Muslim men had planned to bomb a cafe in the city frequented by foreign tourists in October 2007, but the plot was aborted due to the risk of killing Muslim individuals in the vicinity. Since 2008 the city administration has banned Valentine's Day and New Year's celebrations as they consider them not in line with Minangkabau traditions or Islam, and can lead to "immoral acts" such as young couples hugging and kissing.
Administration
Bukittinggi is divided in 3 subdistricts (kecamatan), which are further divided into 5 villages (nagari) and 24 kelurahan. The subdistricts are: Guguk Panjang, Mandiangin Koto Selayan, and Aur Birugo Tigo Baleh.
Transportation
Bukittinggi is connected to Padang by road, though a dysfunctional railway line also exists. For inner-city transport, Bukittinggi employs a public transportation system known as Mersi (Merapi Singgalang) and IKABE that connect locations within the city. The city also still preserves the traditional horse-cart widely known in the area as Bendi, although the use is limited and more popular to be used as vehicle for tourist, both domestic and foreign.
Tourism
It is a city popular with tourists due to the climate and central location. Attractions within the city include:
Sianok Canyon
• Ngarai Sianok (Sianok Canyon)
• Lobang Jepang (Japanese Caves) - a network of underground bunkers & tunnels built by the Japanese during World War II
• Jam Gadang - a large clock tower built by the Dutch in 1926.
• Pasar Atas and Pasar Bawah - traditional markets in downtown.
• Taman Bundo Kanduang park. The park includes a replica Rumah Gadang (literally: big house, with the distinctive Minangkabau roof architecture) used as a museum of Minangkabau culture, and a zoo. The Dutch hilltop outpost Fort de Kock is connected to the zoo by the Limpapeh pedestrian overpass.
• Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta (Museum of Bung Hatta Birthplace) - the house where Indonesian founding father Mohammad Hatta was born, now a museum.
Notable nearby destinations include Lake Maninjau and the Harau Valley.